NPWP bagi Pensiunan

Beberapa hari terakhir ada pemandangan lain di Tempat Pelayanan Terpadu KPP Pratama Palembang Ilir Barat. Ruangan TPT tampak penuh, Nomor antrian pada display menunjukkan angka yang tidak bisa, sampai 300 an. Rata-rata yang antre adalah Bapak-bapak dan Ibu-ibu yang sudah sepuh. Kalo kata “wong plembang”, Yai sama Nyai, atau Ombai dan Akas.
Mereka semua sedang mendaftar untuk mendapatkan kartu NPWP. Karena ada Surat dari PT Taspen kepada mereka yang mewajibkan ber NPWP bagi yang penghasilannya melebihi PTKP. Seyogianya ketentuan itu sudah berlaku sejak 1 Januari 2009 lalu, namun untuk memberikan banyak kesempatan kepada masyarakat, pihak TASPEN memberikan kelonggaran hingga 10 Februari 2010.

Melihat antusiasme para pensiunan untuk memiliki NPWP, KPP Pratama Palembang Ilir Barat membuka meja pelayanan tambahan sejak Senin lalu ( 8 Feb 2010 ). Dengan adanya tambahan ini tentu membuat pelayanan bisa lebih cepat. Selain itu disediakan juga tambahan kursi tunggu bagi mereka, disediakan Air mineral dan makanan ringan.

Berdasarkan pantauan kami, beberapa pensiunan yang datang sebenarnya mempunyai penghasilan dibawah PTKP namun mereka takut kalo tidak membuat NPWP akan dipotong 20 % lebih tinggi. Pemberitaan di beberapa media di Palembang juga menambah seramnya bagi yang tidak berNPWP. Padahal maksud 20 % lebih tinggi adalah dikenakan ”Tarif 20 % Lebih Tinggi” dari yang memiliki NPWP. Jadi bila memiliki NPWP dipotong 5 %, tidak punya NPWP 20% x  5% = 1 % , jadi 5% + 1%= 6%,

Ada juga yang mestinya terdaftar di KPP lain di dalam kota maupun di luar kota yang ikut antrean, tapi tidak bisa didaftarkan karena tidak berdomisili di wilayah Ilir Barat.

Tampaknya dari PT. Taspen kurang memberikan sosialisasi yang baik kepada mereka. Hal ini di buktikan dengan kebingungan mereka setelah kartu NPWP selesai. Ada yang bertanya ke petugas TPT, setelah ini kartu nya mau dibawa/dilaporkan kemana agar tidak di potong 20 %. Beberapa sesepuh bahkan ada yang marah-marah kepada petugas. Beberapa pensiunan ada yang menelepon ke complaint center Kanwil DJP Sumsel dan Kep. Babel, menanyakan ”buat apa buat NPWP kan sudah pensiun ?”, ”kalo sudah buat NPWP mau di kemana kan ?” atau ”kalau hilang kartunya bagaimana ?”.

Hari ini (tgl 10 Februaru 2010) merupakan puncaknya. Karena merupakan batas akhir dari PT Taspen kepada mereka. Rame sekali seperti antrian tiket Kereta Api menjelang lebaran. Namun berkat kesigapan petugas di KPP Pratama Palembang Ilir Barat dan Kanwil DJP Sumsel & Kep Babel, hal tersebut dapat teratasi.

Yah, semoga dimasa mendatang pelayanan kepada Wajib Pajak dapat lebih baik lagi. Hal terpenting dari pendaftaran NPWP baru ini adalah pahamnya mereka atas hak dan kewajiban sebagai wajib pajak. Karena bila tidak tentulah akan membuat pekerjaan rumah yang menumpuk bagi kantor pelayanan pajak.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: